Bahasa Sunda memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya lokal di Indonesia. Sebagai bagian dari warisan sejarah dan tradisi, Bahasa Sunda mencerminkan kearifan lokal, keindahan sastra, dan norma sosial masyarakat. Pelestarian bahasa dan budaya Sunda menjadi tanggung jawab bersama, terutama dalam menghadapi tantangan zaman dan menurunnya minat generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan wadah untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap bahasa dan sastra Sunda.
Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat berupaya melestarikan bahasa dan Sastra Sunda melalui kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Dinas P dan K Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan FTBI tingkat SMP Kabupaten Tasikmalaya pada, Kamis, (10/9/2026) di SMP Negeri 1 Rajapolah. Kegiatan ini diikuti 100 peserta lebih, yang merupakan siswa terbaik di sekolahnya masing. Lomba FTBI Tingkat Kabupaten terdiri dari enam (6) cabang untuk putra dan putri, yaitu: ngadongeng, Biantara, Maca Sajak, Nembang Pupuh, Ngarang Carita Pondok, Maca jeung Nulis Aksara Sunda, Borangan.
.jpeg)




Komentar